Senin, 01 September 2014

JERITAN HATI SEORANG KEKASIH

Sejak aku melihatmu,
Mataku tak lepas dari bayang-bayangmu
Hatiku selalu tertambat pada namamu
Sungguh tak rela rasanya hati ini untuk berpaling dari tatapan dan senyumanmu
Yang semakin menyiksa asa yang terpendam dalam dada

Rasa yang semakin membuncah  ini
Terus mendesakku untuk keluar menghirup hawa kebebasan
Menuntutku untuk mencurahkannya kepadamu wahai Kasih
Namun nurani terdalamku, masih terus menahanku
Dia selalu berkata kepadaku " Belum saatnya! Belum saatnya!"
Lalu kapan? Jawabku lagi

Sungguh aneh bagiku, mwngapa harus kamu?
Mengapa harus kamu yang mencuri hatiku?
Mengapa haarus kamu yang menggoyahkan fikiran dan hatiku?
Sedangkan aku sendiri belum mendapatkan jawaban dari Tuhan

Aku terlalu lemah, aku terlalu naif, aku terlalu pengecut dan malu untuk mengungkapkan cinta
Namun hingga saat ini aku belum menemukan tanda-tanda bahwa perasaanmu pun sama sepertiku
Aku jadi khawatir, aku jadi bimbang. Apakah kau juga menyukaiku?

Hatiku selalu resah sebenarnya, apalagi ketika berjumpa denganmu. 
Namun dengan keahlianku yang sudah cukup terlatih dengan cara menebar senyum dan riang, seolah menganggapmu sama seperti halnya yang lainnya. Tapi sebenarnya tidak!!! Andai saja engkau tahu.

Kau adalah istimewa bagiku
Tidak ada alasan yang indah untuk mendeskripsikannya
Karena jawaban hakikatnya ada dalam relung qalbu terdalamku!

Semoga kau adalah kado istimewa yang akan Tuhan persembahkan untukku.

Tasikmalaya, 7 Ramadhan 1435 Hijriyah/ Juli 2014




Ibnu Musthafa Elahmed

Persembahan untuk anak muda yang mencari cinta dengan etika dan kaidah Syar'a




Tidak ada komentar:

Posting Komentar