Senin, 08 September 2014

MASTER of CEREMONY


Pembawa acara atau MC (Master of Ceremony) adalah orang yang membawakan, memandu, atau mengendalikan jalannya sebuah acara. MC yang baik akan membawakan acara dengan baik pula. Ukuran “baik” bagi sebuah acara antara lain berlangsung tepat waktu serta berjalan sesuai dengan rencana dan harapan.

Cara Menjadi Pembawa Acara (MC) 

Ada 10 tips menjadi Pembawa Acara ( Master of Ceremony )

1. Kenali acara Anda. Kunci menjadi MC yang baik adalah percaya diri. Mengetahui apa yang terjadi –dan dengan begitu Anda akan tahu apa yang harus dibicarakan– adalah segalanya. Pelajari nama, tema, susunan, tujuan, pengisi acara, dan undangan atau yang akan hadir.

2. Komunikasi terus dengan panitia acara. Panitia akan memberi tahu jadwal dan susunan acara. Anda pun akan siap. Persiapan Anda akan membuat Anda fokus dalam berinteraksi dengan audiens.

3. Tetap Senyum. Kecuali di acara duka-cita, tetaplah senyum selama membawakan acara. Senyum akan menunjukkan bahwa Anda rileks, nyaman, dan senang. Jika Anda ingin audiens senang, Anda harus memberi contoh. Ingatlah nasihat klasik tentang berbicara di depan umum –bayangkan tiap orang di hadapan Anda hanya menggunakan celana dalam. Imagine everyone in the crowd is in their underwear!

4. Jangan lupa: tugas utama Anda adalah berbicara kepada kerumunan (orang banyak). Anda harus selalu memberi informasi kepada mereka tentang acara yang akan dan sedang berlangsung. Anda juga harus mampu memberi waktu persiapan bagi yang akan tampil mengisi acara.

5. Pelajari detail acara. Jangan sampai tampil sebagai MC dengan “kepala kosong”, tidak punya gambaran apa pun tentang acara yang dibawakan. Pelajari tema, lakukan riset data tentang topik dan pengisi acara. Itu akan menjadi bahan baku materi pembicaraan Anda sebagai MC.

6. Jangan berhenti ketika terjadi kesalahan. Kadang-kadang orang berkata salah karena mereka gugup. Jangan stres dan jalan terus. Move on!

7. Try to be (funny)
Coba sampaikan humor. Tidak ada yang suka host yang membosankan. Berusahalah tertawa sesekali dan sampaikan humor, joke, atau candaan untuk menghangatkan suasana.

8. Arahkan pandangan mata kepada sesuatu atau berpikirlah tentang sesuatu yang membuat Anda tidak gugup. Tatap dinding atau jam dan berbicara kepada mereka membuat Anda tidak akan gugup.

9. Slow down
 with your words. Pelan-pelan bicaranya! Jika Anda berbicara terlalu cepat, audiens tidak akan mengerti perkataan Anda.  So slow down when you are talking!.

10. Ajukan pertanyaan yang bisa dijawab audiens. Terutama anak-anak muda yang akan menjawab “ya” atau “tidak” jika Anda tanya. Itu akan membuat mereka fokus dan tidak mengabaikan Anda. (www.komunikasipraktis.com).*

Tips
·         Senyum. Anda harus tampak senang berada di sana.
·         Percaya diri
·         Dapatkan detail dan informasi tentang orang/aksi yang akan Anda perkenalkan.
·         Lakukan persiapan, tapi jangan sampai nada bicara Anda seperti membaca naskah.
·         Jangan terlalu serius. Miliki rasa humor dan “crack a joke”.
·         Jalin hubungan dengan hadirin.
·         Simpulkan apa yang baru saja terjadi.
·         Kenalkan dengan baik penampil atau orang yang akan tampil dengan baik.
·         Buatlah suasana hangat agar hadirin memberi perhatian kepada Anda.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar